Newest Post

Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

PERKEMBANGAN KURIKULUM DI INDONESIA

| Sabtu, 21 Desember 2013
Baca selengkapnya »

1.   RENCANA PELAJARAN 1947
Awal kurikulum terbentuk pada tahun 1947, yang diberi nama Rentjana Pembelajaran 1947. Kurikulum ini pada saat itu meneruskan kurikulum yang sudah digunakan oleh Belanda karena pada saat itu masih dalam proses perjuangan merebut kemerdekaan.
Ciri utama kurikulum ini :menekankan pada pembentukan karakter manusia yang berdaulat dan sejajar dengan bangsa lain.
2.      RENCANA PELAJARAN TERURAI 1952 
Setelah rentjana pembelajaran 1947, pada tahun 1952 kurikulum Indonesia mengalami penyempurnaan. Dengan berganti nama menjadi Rentjana Pelajaran Terurai 1952.
Ciri dalam kurikulum ini :setiap pelajaran harus memperhatikan isi pelajaran yang dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari.
3.      KURIKULUM 1964
Kurikulum ini diberi nama Rentjana pendidikan 1964. yang menjadi ciri dari kurikulum ini pembelajaran dipusatkan pada program pancawardhana yaitu pengembangan moral, kecerdasan, emosional, kerigelan dan jasmani.
4.      KURIKULUM 1968
Kurikulum 1968 merupakan pemabaharuan dari kurikulum 1964. Yaitu perubahan struktur pendiddikan dari pancawardhana menjadi pembinaan jiwa pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus.
Ciri kurikulum ini : Pembelajaran diarahkan pada kegiatan mempertinggi kecerdasan dan keterampilan serta pengembangan fisik yang sehat dan kuat.
5.      KURIKULUM 1975
Kurikulum 1975 sebagai pengganti kurikulum 1968.
Ciri kurikulum ini : menekankan pada tujuan, agar pendidikan lebih efisien dan efektif. Metode materi dirinci pada Prosedur Pengembangan Sistem Instruksi (PPSI). Menurut Mudjito (dalam Dwitagama: 2008) zaman ini dikenal dengan istilah satuan pelajaran yaitu pelajaran setiap satuan bahasan. Setiap satuan dirinci lagi: petunjuk umum, tujuan intruksional khusus (TIK), materi pelajaran, alat pelajaran, kegiatan belajar-mengajar, dan evaluasi.
6.      KURIKULUM 1984
Kurikulum 1984 mengusung proses skill approach.
Ciri kurikulum : mengutamakan pendekatan proses, tapi faktor tujuan itu penting. Kurikulum ini juga sering disebut dengan kurikulum 1975 yang disempurnakan. Posisi siswa ditempatkan sebgai subyek belajar. Dari mengamati sesuatu, mengelompokkan, mendiskusikan,hingga melaporkan. Model ini disebut dengan model Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA).
7.      KURIKULUM 1994 dan SUPLEMEN KURIKULUM 1999
Kurikulum 1994 dibuat sebagai penyempurnaan kurikulum 1984 dan dilaksanakan sesuai dengan Undang-Undang no. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Hal ini berdampak pada sistem pembagian waktu pelajaran, yaitu dengan mengubah dari sistem semester ke sistem caturwulan. Dengan sistem caturwulan yang pembagiannya dalam satu tahun menjadi tiga tahap diharapkan dapat memberi kesempatan bagi siswa untuk dapat menerima materi pelajaran cukup banyak.
Ciri-ciri yang menonjol dari kurikulum 1994 :
·         Pembagian tahapan pelajaran di sekolah dengan sistem catur wulan.
·         Pembelajaran di sekolah lebih menekankan materi pelajaran yang cukup padat (berorientasi kepada materi pelajaran/isi).
·         Kurikulum 1994 bersifat populis, yaitu yang memberlakukan satu sistem kurikulum untuk semua siswa di seluruh Indonesia. Kurikulum ini bersifat kurikulum inti sehingga daerah yang khusus dapat mengembangkan pengajaran sendiri disesuaikan dengan lingkungan dan kebutuhan masyarakat sekitar.
·         Dalam pelaksanaan kegiatan, guru hendaknya memilih dan menggunakan strategi yang melibatkan siswa aktif dalam belajar, baik secara mental, fisik, dan sosial. Dalam mengaktifkan siswa guru dapat memberikan bentuk soal yang mengarah kepada jawaban konvergen, divergen (terbuka, dimungkinkan lebih dari satu jawaban) dan penyelidikan.
·         Dalam pengajaran suatu mata pelajaran hendaknya disesuaikan dengan kekhasan konsep/pokok bahasan dan perkembangan berpikir siswa, sehingga diharapkan akan terdapat keserasian antara pengajaran yang menekankan pada pemahaman konsep dan pengajaran yang menekankan keterampilan menyelesaikan soal dan pemecahan masalah.
·         Pengajaran dari hal yang konkrit ke hal yang abstrak, dari hal yang mudah ke hal yang sulit dan dari hal yang sederhana ke hal yang kompleks.
·         Pengulangan-pengulangan materi yang dianggap sulit perlu dilakukan untuk pemantapan pemahaman. Selama dilaksanakannya kurikulum 1994 muncul beberapa permasalahan, terutama sebagai akibat dari kecenderungan kepada pendekatan penguasaan materi (content oriented), di antaranya sebagai berikut:
§  Beban belajar siswa terlalu berat karena banyaknya mata pelajaran dan banyaknya materi/ substansi setiap mata pelajaran.
§  Materi pelajaran dianggap terlalu sukar karena kurang relevan dengan tingkat perkembangan berpikir siswa, dan kurang bermakna karena kurang terkait dengan aplikasi kehidupan sehari-hari.
Permasalahan di atas saat berlangsungnya pelaksanaan kurikulum 1994. Hal ini mendorong para pembuat kebijakan untuk menyempurnakan kurikulum tersebut. Salah satu upaya penyempurnaan itu diberlakukannya suplemen kurikulum 1994. Penyempurnaan tersebut dilakukan dengan tetap mempertimbangkan prinsip penyempurnaan kurikulum, yaitu:
Penyempurnaan kurikulum secara terus menerus sebagai upaya menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta tuntutan kebutuhan masyarakat.
Penyempurnaan kurikulum dilakukan untuk mendapatkan proporsi yang tepat antara tujuan yang ingin dicapai dengan beban belajar, potensi siswa, dan keadaan lingkungan serta sarana pendukungnya.
Penyempurnaan kurikulum dilakukan untuk memperoleh kebenaran substansi materi pelajaran dan kesesuaian dengan tingkat perkembangan siswa.
Penyempurnaan kurikulum mempertimbangkan brbagai aspek terkait, seperti tujuan materi pembelajaran, evaluasi dan sarana-prasarana termasuk buku pelajaran.
Penyempurnaan kurikulum tidak mempersulit guru dalam mengimplementasikannya dan tetap dapat menggunakan buku pelajaran dan sarana prasarana pendidikan lainnya yang tersedia di sekolah.
Penyempurnaan kurikulum 1994 di pendidikan dasar dan menengah dilaksanakan bertahap, yaitu tahap penyempurnaan jangka pendek dan penyempurnaan jangka panjang.
Implementasi pendidikan di sekolah mengacu pada seperangkat kurikulum. Salah satu bentuk invovasi yang dikembangkan pemerintah guna meningkatkan mutu pendidikan adalah melakukan inovasi di bidang kurikulum. Kurikulum 1994 disempurnakan lagi sebagai respon terhadap perubahan struktural dalam pemerintahan dari sentralistik menjadi disentralistik sebagai konsekuensi logis dilaksanakannya UU No. 22 dan 25 tentang otonomi daerah.
8.      KURIKULUM Berbasis Kompetensi 2004
Pada era ini kurikulum yang dikembangkan diberi nama Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). KBK adalah seperangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai siswa, penilaian, kegiatan belajar mengajar, dan pemberdayaan sumber daya pendidikan dalam pengembangan kurikulum sekolah (Depdiknas, 2002). Kurikulum ini menitik beratkan pada pengembangan kemampuan melakukan (kompetensi) tugas-tugas dengan standar performasi tertentu, sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh peserta didik, berupa penguasaan terhadap seperangkat kompetensi tertentu. KBK diarahkan untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman, kemampuan, nilai, sikap dan minat peserta didik, agar dapat melakukan sesuatu dalam bentuk kemahiran, ketepatan dan keberhasilan dengan penuh tanggungjawab.
Adapun karakteristik KBK menurut Depdiknas (2002) adalah sebagai berikut:
§  Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupu klasikal.
§  Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman.
§  Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi.
§  Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif.
§  Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi.

9.      KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pelajaran) 2006 
Kurikulum ini dikatakan sebagai perbaikan dari KBK yang diberi nama Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). KTSP ini merupakan bentuk implementasi dari UU No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional yang dijabarkan ke dalam sejumlah peraturan antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan. Peraturan Pemerintah ini memberikan arahan tentang perlunya disusun dan dilaksanakan delapan standar nasionalpendidikan, yaitu: (1)standar isi, (2)standar proses, (3)standar kompetensi lulusan, (4)standar pendidik dan tenaga kependidikan, (5)standar sarana dan prasarana, (6)standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan (7)standar penilaian pendidikan.
Kurikulum dipahami sebagai seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu, maka dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005, pemerintah telah menggiring pelaku pendidikan untuk mengimplementasikan kurikulum dalam bentuk kurikulum tingkat satuan pendidikan, yaitu kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di setiap satuan pendidikan.
Secara substansial, pemberlakuan (baca: penamaan) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) lebih kepada mengimplementasikan regulasi yang ada, yaitu PP No. 19/2005. Akan tetapi, esensi isi dan arah pengembangan pembelajaran tetap masih bercirikan tercapainya paket-paket kompetensi (dan bukan pada tuntas tidaknya sebuah subject matter), yaitu:
§  Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal.
§      Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman.
§  Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi.
§   Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif.
§  Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi.
§  Terdapat perbedaan mendasar dibandingkan dengan KBK tahun 2004 dengan KBK tahun 2006 (versi KTSP), bahwa sekolah diberi kewenangan penuh dalam menyusun rencana pendidikannya dengan mengacu pada standar-standar yang ditetapkan, mulai dari tujuan, visi-misi, struktur dan muatan kurikulum, beban belajar, kalender pendidikan hingga pengembangan silabusnya.
10.  Kurikulum 2013
Kurikulum 2013 mulai diterapkan secara bertahap mulai Senin (15/7/2013)Ada 6 perbedaan Kurikulum 2013 dibanding kurikulum lama.
6 Perubahan pada Kurikulum 2013 Dibanding Kurikulum Lama:
Pertama, terkait dengan penataan sistem perbukuan. Lazim berlaku selama ini, buku ditentukan oleh penerbit, baik menyangkut isi maupun harga, sehingga beban berat dipikul peserta didik dan orang tua. Menyangkut isi, karena keterbatasan wawasan dan kepekaan para penulis, kegaduhan terhadap isi buku pun sering terjadi. Kejadian terakhir di Kabupaten Bogor pada buku Pelajaran Bahasa Indonesia untuk kelas 6 SD (Cerita porno, red). Penataan sistem perbukuan dalam implementasi Kurikulum 2013 dikelola oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuan dan substansinya diarahkan oleh tim pengarah dan pengembang kurikulum. Tujuannya agar isi dapat dikendalikan dan kualitas lebih baik. Selain itu, harga bisa ditekan lebih wajar (public awareness).
Kedua, penataan Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan (LPTK) di dalam penyiapan dan pengadaan guru.
Ketiga, penataan terhadap pola pelatihan guru
Pengalaman pada pelaksanaan pelatihan instruktur nasional, guru inti, dan guru sasaran untuk implementasi Kurikulum 2013, misalnya, banyak pendekatan pelatihan yang harus disesuaikan, baik menyangkut materi pelatihan maupun model dan pola pelatihan. Momentum Kurikulum 2013 adalah hal yang tepat untuk melakukan penataan terhadap pola pelatihan guru termasuk penjenjangan terhadap karir guru dan kepangkatannya. Ke depan, sedang disiapkan konsep yang terintegrasi antara jenjang karier dan kepangkatan dengan penilaian profesi guru. Selama ini keduanya terpisah.
Keempat, memperkuat budaya sekolah melalui pengintegrasian kurikuler, ko-kurikuler, dan ekstrakurikuler, serta penguatan peran guru bimbingan dan konseling (BK).
Kelima, terkait dengan memperkuat NKRI. Melalui kegiatan ekstrakurikuler kepramukaanlah, peserta didik diharapkan mendapat porsi tambahan pendidikan karakter, baik menyangkut nilai-nilai kebangsaan, keagamaan, toleransi dan lainnya.
Keenam, ini juga masih terkait dengan hal kelima, memperkuat integrasi pengetahuan-bahasa-budaya.
Pada Kurikulum 2013, peran bahasa Indonesia menjadi dominan, yaitu sebagai saluran mengantarkan kandungan materi dari semua sumber kompetensi kepada peserta didik, sehingga bahasa berkedudukan sebagai penghela mata pelajaran-mata pelajaran lain.
Kandungan materi mata pelajaran lain dijadikan sebagai konteks dalam penggunaan jenis teks yang sesuai dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Melalui cara ini, maka pembelajaran bahasa Indonesia termasuk kebudayaan, dapat dibuat menjadi kontekstual. Sesuatu yang hilang pada model pembelajaran bahasa Indonesia saat ini. "Dari efek domino itulah maka Kurikulum 2013 adalah bagian tidak terpisahkan untuk menata berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara melalui sektor pendidikan. Karena itu, Kurikulum 2013 sesungguhnya bukan kurikulum program kementerian, tetapi kurikulum yang menjadi program pemerintah," demikian rilis Kemendikbud.

PERKEMBANGAN KURIKULUM DI INDONESIA

Posted by : Unknown
Date :Sabtu, 21 Desember 2013
With 0komentar
Tag :

Model Pembelajaran IPA Terpadu

|
Baca selengkapnya »

Pembelajaran terpadu merupakan suatu pendekatan dalam proses pembelajaran yang secara sengaja mengaitkan beberapa aspek baik dalam intra mata pelajaran maupun antar mata pelajaran. Prabowo (2000:3) mengatakan bahwa pembelajaran terpadu sebagai suatu proses mempunyai beberapa ciri yaitu: (1) berpusat pada siswa (student centered), (2) proses pembelajaran mengutamakan pemberian pengalaman langsung, dan (3) pemisahan antar bidang studi tidak terlihat jelas.
Adapun model-model pembelajaran terpadu sebagaimana yang dikemukakan oleh Fogarty, R (1991: 61-65) yaitu sebanyak sepuluh model pembelajaran terpadu. Kesepuluh model pembelajaran terpadu tersebut adalah:

1.      Fragmented (Penggalan)
Model Fragmented adalah model pembelajaran konvensional yang terpisah secara mata pelajaran. Hal ini dipelajari siswa tanpa menghubungkan kebermaknaan dan keterkaitan antara satu pelajaran dengan pelajaran lainnya. Setiap mata pelajaran diajarkan oleh guru yang berbeda dan mungkin pula ruang yang berbeda. Setiap mata pelajaran memiliki ranahnya tersendiri dan tidak ada usaha untuk mempersatukannya. Setiap mata pelajaran berlangsung terpisah dengan pengorganisasian dan cara mengajar yang berbeda dari setiap guru.
      Contoh :
Dalam hal ini berarti dalam satu pelajaran, misalnya pada pelajaran fisika kelas VIII:
“KD 4.5 Melakukan penyelidikan tentang keuntungan mekanik pada pesawat sederhana” maka disini yang dibahas mengenai materi Pesawat sederhana (content) dan didalamnya  berisi prediksi (thinking skill), serta peta konsep (organizing skill) yang menunjang dalam pembelajaran tersebut.
Dalam satu pelajaran, misalnya pada pelajaran biologi kelas VII:
“KD 3.4 Mendeskripsikan keragaman pada sistem organisasi kehidupan mulai dari tingkat sel sampai organisme,serta komposisi utama penyusun sel”.
maka disini yang dibahas mengenai materi Organisasi kehidupan (content) dan didalamnya  berisi prediksi (thinking skill), serta peta konsep (organizing skill) yang menunjang dalam pembelajaran tersebut.
Dalam satu pelajaran, misalnya pada pelajaran kimia kelas VII:
“KD 3.5 Memahami karakteristik zat, serta perubahan fisika dan kimia pada zat yang dapat dimanfaatkan untuk kehidupan sehari – hari (misalnya pemisahan campuran).
maka disini yang dibahas mengenai materi Karakteristik zat (content) dan didalamnya  berisi prediksi (thinking skill), serta peta konsep (organizing skill) yang menunjang dalam pembelajaran tersebut.
Jadi dapat disimpulkan bahwa : Dari berbagai disiplin ilmu yang berbeda (fisika, kimia, dan biologi) tidak terikat dan saling terpisah (setiap pelajaran berdiri sendiri-sendiri)

2.   Connected  (Keterhubungan)
Model Connected adalah model pembelajaran terpadu yang secara sengaja diusahakan untuk menghubungkan satu konsep dengan konsep yang lain, satu topik dengan topik yang lain, satu keterampilan dengan keteramilan yag lain, tugas yang dilakukan dalam satu hari dengan tugas yang dilakukan pada hari berikutnya, bahkan ide-ide yang dipelajari pada satu semester berikutnya dalam satu bidang studi.
Contoh :
Dalam satu pelajaran, misalnya pada pelajaran kimia kelas VII:
“KD 3.5 Memahami karakteristik zat, serta perubahan fisika dan kimia pada zat yang dapat dimanfaatkan untuk kehidupan sehari – hari (misalnya pemisahan campuran)”. Dan ini terpisah dan tidak saling terkait.
Kemudian dalam “KD 4.4.1 melakukan pengamatan dengan bantuan alat untuk menyelidiki struktur tumbuhan dan hewan”. Maka dalam hal ini, alat yang dimaksud adalah mikroskop, dan penjelasan mikroskop terdapat dalam pelajaran fisika dan biologi dan saling terkait sehingga cukup dijelaskan pada pelajaran fisika atau biologi.
Jadi dapat disimpulkan bahwa : Dalam IPA terpadu yang terdiri dari fisika, kimia, dan biologi  ada saling keterkaitan dengan satu topik. Disini yang saling terkait dalam satu topik yakni dalam biologi dan fisika yaitu dengan topik mikroskop. Topik-topik dalam satu disiplin ilmu (fisika dan kimia) berhubungan satu sama lain.

3.      Nested (Sarang)
Model Nested adalah model pembelajaran terpadu yang target utamanya adalah materi pelajaran yang dikaitkan dengan keterampilan berfikir dan keterampilan mengorganisasi.
Contoh :
Pada materi kelas VIII yaitu : KD 3.1 Memahami gerak lurus dan pengaruh gaya terhadap gerak berdasarkan Hukum Newton, serta penerapannya pada gerak makhluk hidup dan gerak benda dalam kehidupan sehari – hari”.
Disini siswa akan mempelajari gerak, dimana gerak itu terbagi menjadi gerak lurus beraturan, gerak lurus berubah beraturan, gerak vertikal dan gerak jatuh bebas. Dari segi aspek kognitif guru akan menyampaikan materi tersebut satu persatu kemudian memberikan soal mengenai gerak. Kemudian dari segi afektif dan psikomotorik siswa akan dibentuk kelompok menjadi beberapa orang kemudian diberi tugas untuk mengamati benda–benda yang bergerak misalnya sepeda yang melaju di jalan yang rata dan jalan yang menurun. Pengamatan ini kemudian didiskusikan dan dipresentasikan. Maka dari sini guru menilai dari aspek afektif dan psikomotorik.
Jadi dapat disimpulkan bahwa : Keterampilan-keterampilan sosial, berpikir, dan kontent (contents skill ) dicapai di dalam satu mata pelajaran ( subject area )

4.      Sequenced (Pengurutan)
Model Sequenced adalah model pembelajaran yang topik atau unit yang disusun kembali dan diurutkan sehingga bertepatan pembahasannya satu dengan yang lainnya.
Misalnya pada pelajaran fisika mengenai konsep suhu, pemuaian, dan kalor pada :
“KD 3.7 Memahami konsep suhu, pemuaian, kalor, perpindahan kalor, dan penerapannya dalam mekanisme menjaga kestabilan suhu tubuh pada manusia dan hewan serta dalam kehidupan sehari –hari”
Pada pelajaran biologi mengenai energi dalam sistem kehidupan yaitu pada :
“KD 3.6 Mengenal konsep energi, berbagai sumber energi, energi dari makanan, transformasi energi, respirasi, sistem pencernaan dan fotosintesis”
Hubungan di antara kedua KD diatas yaitu dimana guru akan menjelaskan terlebih dahulu mengenai konsep kalor, suhu, dan pemuaian kemudian membahas energi dalam kehidupan karena ada terdapat hubungan antar KD tersebut yaitu ketika guru menjelaskan mengenai sumber energi akan terkait dengan kalor, begitu juga ketika membahas mengenai energi dari makanan. Selain itu pada peristiwa fotosintesis juga akan membahas mengenai konsep suhu yang berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman.
Jadi dapat disimpulkan bahwa : Persamaan-persamaan yang ada diajarkan secara bersamaan, meskipun termasuk ke dalam mata pelajaran yang berbeda.

5. Shared (Irisan)
Model shared adalah model pembelajaran terpadu yang merupakan gabungan atau keterpaduan antara dua mata pelajaran yang saling melengkapi dan di dalam perencanaan atau pengajarannya menciptakan satu fokus pada konsep, keterampilan serta sikap.
Contoh :
Pada materi kelas VIII yaitu :
“KD 3.8 Memahami tekanan zat cair dan penerapannya dalam kehidupan sehari – hari untuk menjelaskan tekanan darah, difusi pada peristiwa repirasi, dan tekanan osmosis”
Disini guru mata pelajaran fisika dan biologi mengadakan penggabungan pertemuan untuk membahas materi yang sama yaitu tekanan zat cair. Pada pelajaran biologi tekanan zat cair berhubungan dengan peristiwa difusi dan osmosis. Sedangkan pada fisika mengenai prinsip dari tekanan dalam zat cair itu dimana tekanan mengalir dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Untuk penggabungan materi ini maka kedua guru menjelaskan melalui pemutaran video mengenai prinsip tekanan kemudian menjelaskan mengenai peritiwa difusi dan osmosis pada makhuk hidup, kemudian diberi pertanyaan dari sini merupakan aspek kognitif. Kemudian mengadakan praktikum mengenai tekanan dalam zat cair untuk mendapatkan penilaian afektif dan psikomotorik.
      Jadi dapat disimpulkan bahwa : Perencanaan tim dan atau pengajaran yang melibatkan dua disiplin difokuskan pada konsep, keterampilan, dan sikap-sikap (attitudes ) yang sama

6.      Webbed (Jaring Laba-laba)
Model webbed adalah model pembelajaran terpadu yang menggunakan pendekatan tematik. Pendekatan ini pengembangannya dimulai dengan menentukan tema tertentu. Setelah tema disepakati, maka dikembangkan menjadi subtema dengan memperlihatkan keterkaitan dengan bidang studi lain. setelah itu dikembangkan berbagai aktivitas pembelajatran yang mendukung.
Contoh ;
Pada pelajaran fisika kelas VII:
“Memahami konsep suhu, pemuaian, kalor, perpindahan kalor,dan penerapannya dalam mekanisme menjaga kestabilan suhu tubuh pada manusia dan hewan serta dalam kehidupan sehari-hari” maka disini tema yang diambil adalah misalnya Suhu,. Maka disini akan dilakukan pembelajaran tematik dimana yang dibahas yaitu :
·         Pengertian suhu
·         Menceritakan bagaimana suhu dapat merubah wujud benda
·         Mengenal wujud benda berdasarkan konsep suhu.
·         Menyebutkan pengaruh suhu terhadap pemuaian zat padat, cair, dan gas.
Jadi dapat disimpulkan bahwa : Pengajaran tematis, menggunakan suatu tema sebagai dasar pembelajaran dalam berbagai disiplin mata pelajaran


7.      Threaded (Bergalur)
Model Threaded adalah model pembelajaran yang memfokuskan pada metakurikulum yang menggantikan atau yang berpotongan dengan inti subyek materi.
Contoh :
Misalnya saja pada pelajaran biologi kelasVII:
“KD 3.10 Mendeskripsikan tentang penyebab terjadinya pemanasan global dan dampaknya bagi ekosistem”
Dari sini kita dapatkan bahwa pada pelajaran biologi membahas mengenai ekosistem kemudian mempelajari lebih dalam lagi mengenai pemanasann global. Karena pelajaran biologi terbatas hanya menjelaskan tentang apa itu pemanasan global maka dalam hal ini membutuhkan penyelesaian dari pelajaran lain yaitu fisika, dimana disini siswa akan diajarkan tentang penyebab pemanasan global secara luas sehingga siswa dapat melatih keterampilan berpikirnya untuk menemukan solusi dari permasalahan yang berlanjut hingga beberapa tahun ke depan.
Jadi dapat disimpulkan bahwa : Keterampilan-keterampilan sosial, berpikir, berbagai jenis kecerdasan, dan keterampilan belajar ‘direntangkan’ melalui berbagai disiplin

8.      Integrated (Keterpaduan)
Model integrated adalah model pembelajaran terpadu yang menggunakan pendekatan antar bidang studi.
Contoh :
Pada materi kelas VII “ KD 3.6 Mengenal konsep energi, berbagai sumber energi, energi dari makanan, transformasi energi, repirasi, sitem pencernaan, dan fotosintesis”
Disini yang dibahas adalah konsep energi, energi akan terkait dengan pelajaran biologi, kimia, dan fisika.
Pada pelajaran fisika ,energi yang dipelajari mengenai:
Apakah sebenarnya energi itu? Apa pengertian energi dalam fisika? Orang yang kuat dikatakan mempunyai energi karena ia dapat dengan mudah dan ringan menggerakkan mobil yang mogok dan berat. Air terjun dikatakan mempunyai energi karena ia dapat menggerakkan turbin air. Cahaya dikatakan mempunyai energi karena ia dapat memutar baling-baling hitam putih yang terdapat pada suatu radiometer. Buah yang ditancap tembaga dan seng, bilamana kedua bahan itu dihubungkan dengan amperemeter dengan perantaraan kawat dikatakan mempunyai energi karena ia dapat menggerakkan jarum amperemeter tersebut. Listrik dikatakan mempunyai energi karena ia dapat menggerakkan baling-baling kipas angin. Dari contoh-contoh itu dapat dinyatakan bahwa sesuatu bentuk dikatakan mempunyai energi jika sesuatu tersebut dapat menggerakkan suatu benda. Suatu benda yang bergerak pasti pada mulanya terjadi perubahan gerak. Suatu benda terjadi perubahan gerak bilamana pada benda itu dikenai gaya (F). Oleh karena ia melakukan gerak berarti menempuh suatu jarak Δs. Gaya yang bekerja pada suatu benda sehingga benda tersebut menempuh suatu jarak, dikatakan gaya tersebut telah melakukan usaha.Berdasarkan uraian tersebut dapat dikatakan bahwa pengertian energi dalam fisika adalah kemampuan untuk melakukan usaha. Oleh karena itu, energi adalah setara dengan usaha, satuannya pun sarna dengan usaha. Dalam sistem Satuan Internasional, energi diukur dengan satuan joule (J). Satuan energi lainnya adalah erg, kalori, dan kWh (kilowatt hours). Satuan kWh adalah satuan yang lebih besar yang biasanya digunakan untukmenyatakan besar energi listrik,
Pada pelajaran kimia, energi yang dipelajari mengenai :
“Semua bentuk energi dapat diubah keseluruhannya ke panas dan bila seorang ahli kimia mengukur energi, biasanya dalam bentuk kalor. Cara yang biasa digunakan untuk menyatakan panas disebut kalori (singkatan kal). Definisinya berasal dari pengaruh panas pada suhu benda. Mula-mula kalori didefinisikan sebagai jumlah panas yang diperlukan untuk menaikkan temperatur 1 gram air dengan suhu asal 150C sebesar 10C. Kilokalori (kkal) seperti juga kilojoule merupakan satuan yang lebih sesuai untuk menyatakan perubahan energi dalam reaksi kimia. Satuan kilokalori juga digunakan untuk menyatakan energi yang terdapat dalam makanan”
Dengan diterimanya SI, sekarang juga joule (atau kilojoule) lebih disukai dan kalori didefinisi ulang dalam satuan SI. Sekarang kalori dan kilokalori didefinisikan secara eksak sebagai berikut :
1 kal = 4,184 J
1 kkal = 4,184 kJ
Pada pelajaran biologi, energi yang dipelajari mengenai :
Aliran Energi
Matahari merupakan sumber energi bagi seluruh makhluk hidup yang ada di bumi ini. Tumbuhan hijau, tanpa bantuan sinar matahari tidak akan mampu berfotosintesis untuk menyusun bahan organik yang akan dimanfaatkan oleh semua organisme. Energi kimia yang disimpan oleh tumbuhan hijau sebagai produsen akan berpindah ke konsumen I, lalu ke konsumen II, ke konsumen III, dan sampai ke konsumen ke n. Energi berpindah dari produsen ke konsumen dan berakhir pada pengurai yang akan melepaskan energi yang telah diuraikan dari sisa makhluk hidup yang telah mati dalam bentuk energi panas ke lingkungan. Aliran energi merupakan rangkaian urutan pemindahan bentuk energi satu ke bentuk energi yang lain dimulai dari sinar matahari lalu ke produsen, konsumen, sampai ke pengurai di dalam tanah. Organisme memerlukan energi untuk mendukung kelangsungan hidupnya, antara lain untuk proses pertumbuhan dan perkembangan, reproduksi, bergerak, dan metabolisme yang ada dalam tubuh.

Disini dalam ketiga pelajaran ,yang dibahas adalah energi dan saling terkait ketiganya membentuk suatu pengertian yang sama.
Jadi dapat disimpulkan bahwa : Dalam berbagai prioritas yang saling tumpang tindih dalam berbagai disiplin ilmu, dicari keterampilan, konsep, dan sikap-sikap yang sama

9.      Immersed (Terbenam)
Model immersed adalah model pembelajaran yang melibatkan beberapa mata pelajaran dalam satu proyek.
Contoh :
Membuat proyek bioteknologi yaitu membuat pupuk kandang yang berguna untuk penyubur tanaman.
Pupuk Kandang/kompos merupakan hasil fermentasi atau dekomposisi dari bahan-bahan organik seperti tanaman, hewan, atau limbah organik lainnya. Kompos yang digunakan sebagai pupuk disebut pupuk organik.
Pada prinsipnya semua bahan yang berasal dari mahluk hidup atau bahan organik dapat dibuat menjadi pupuk kompos. Kompos dari kotoran ternak lebih dikenal dengan istilah pupuk kandang. Sisa makanan dan bangkai binatang bisa juga menjadi kompos.
Penggunaan Kompos/Pupuk Kandang sangat baik sebagai pupuk tanaman terutama sayur sebagai bahan pokok sehari-hari. Agar hasil tanaman berkualitas dan tidak mengandung resiko bahan kimia yang bisa menyebabkan berbagai faktor penyakit maka pakailah pupuk yang alami seperti Kompos/Pupuk Kandang.
Berikut langkah – langkah membuat pupuk Kompos dari kotoran hewan:
Persiapan Alat dan Bahan
a.    Peralatan
·      Sekop/Cangkul
·      Saringan/ayakan
·      Timbangan
·      Sepatu boot
·      Sarung tangan
b.    Bahan
·      Kotoran Ternak (2 ton/2000 kg)
·      Starter Stardec 0.25 % (5 kg)
·      Bahan Organik (sisa pakan/rumput alang-alang) secukupnnya
·      Kapur 3 % (60 kg)
 Proses Pembuatan Pupuk Kompos
a.    Penimbangan
Bahan yang sudah disiapkan ditimbang terlebih dahulu untuk menyesuaikan dengan standar formulasi yang sudah ditentukan.  Persentase penggunaan bahan tambahan disesuaikan dengan kebutuhan bahan baku kotoran sapi  agar dalam proses dekomposisi sesuai dengan apa yang diharapkan.
b.    Pencampuran
Pencampuran bahan dilakukan dengan menaburkan bahan-bahan lain pada tumpukan kotoran sapi dengan komposisi;Kotoran Ternak (2 ton/2000 kg), Starter Stardec 0.25 % (5 kg), Bahan Organik (sisa pakan/rumput alang-alang) secukupnnya dan Kapur 2.5 % (50 kg) Penaburan dilakukan sedikit demi sedikit agar bahan tambahan tercampur dengan baik/ homogen.
c.    Penumpukan
Tumpukan bahan dibuat dengan diameter tinggi 1.5 sampai 2 meter dan panjang 2 meter membentuk kerucut. Hal ini bertujuan untuk mencapai temperatur tumpukan yang maksimum yaitu 60-70 ºC, hal ini dimaksudkan agar bahan baku kompos cepat dipanen.
d.   Monitoring
Pengontrolan dilakukan selama proses dekomposisi berlangsung yaitu setiap satu minggu sekali dengan melihat perubahan yang ditimbulkan. Pada proses dekomposisi, perubahan yang dihasilkan bisa dilihat pada waktu pembalikan berlangsung, yaitu suhu panas yang ditimbulkan bahan baku yang terdekomposisi, tekstur, aroma dan warna.
e.    Pembalikan
Pembalikan dilakukan untuk membuang panas yang berlebihan, memasukkan udara segar ke dalam tumpukan bahan, meratakan proses pelapukan di setiap bagian tumpukan, meratakan pemberian air (60 % kadara air bahan), serta membantu penghancuran bahan menjadi partikel kecil-kecil.
f.     Pendinginan
Setelah proses pengomposan berjalan selama 30-40 hari suhu tumpukan akan semakin menurun. Pada saat itu bahan kompos akan lapuk dan terlihat berwarna coklat tua serta tidak menimbulkan bau amoniak. Proses pendinginan berjalan selama 15 hari sampai kompos terasa dingin mencapai suhu ruangan yaitu 25 ºC.
g.    Penyaringan
Penyaringan dilakukan setelah proses pendinginan selesai sampai kompos benar-benar matang. Penyaringan bertujuan untuk menyelaraskan ukuruan partikel kompos serta memisahkan bahan-bahan yang tidak diharapkan seperti plastik atau benda yang tidak terdekomposisi.
h.    Panen/Pengemasan
Pengemasan bisa dilakukan dengan menggunakan karung atau wadah plastik, kompos sebaiknya disimpan di dalam gudang yang aman dari rayap dan kecoa serta terlindung dari hujan dan sinar matahari. Setelah itu kompos sudah bisa digunakan atau dipakai untuk keperluan pertanian.
Disini dalam pembuatan pupuk kandang/ kompos  tidak hanya memerlukan  1 cabang ilmu saja yang harus dikuasai dalam pembuatan pupuk kompos.  Yang dibutuhkan yaitu cabang ilmu kimia,dimana dalam membuat pupuk kandang harus mempelajari kandungan yang dihasilkan dari pembuatan pupuk.
Dari cabang ilmu fisika membutuhkan pengetahuan tentang bagaimana mengukur alat, kemudian juga pengetahuan tentang pengaruh suhu bagi terbentuknya pupuk.
Dari cabang ilmu biologi, kita membutuhkan pengetahuan mengenai apa itu dekomposisi, macam penyakit yang terjadi pada tanaman,manfaat yang didapatkan bagi mahluk hidup dengan adanya pupuk kompos/kandang ini.
Jadi dapat disimpulkan bahwa : Pelajar memadukan apa yang dipelajari dengan cara memandang seluruh pengajaran melalui perspektif bidang yang disukai ( area of interest )

10. Networked (Jaringan Kerja)
Model networked adalah model pembelajaran berupa kerjasama antara siswa dengan seorang ahli dalam mencari data, keterangan, atau lainnya sehubungan dengan mata pelajaran yang disukainya atau yang diminatinya sehingga siswa secara tidak langsung mencari tahu dari berbagai sumber.
Contoh :
Mencari informasi mengenai penyumbang polusi terbesar di daerah pekotaan.
Siswa bisa mencari informasi mengenai apa itu polusi di buku yang ada di perpustakaan, selain itu mencari informasi di majalah atau surat kabar tentang tingkat populasi di daerah perkotaan dan penyumbang polusi terbesar. Selain itu siswa juga bisa mencari tahu kepada ahli lingkungan atau pakar lingkungan mengenai polusi itu sendiri.
Jadi dapat disimpulkan bahwa : Pelajar melakukan proses pemaduan topik yang dipelajari melalui pemilihan jejaring pakar dan sumber daya

DAFTAR PUSTAKA


Model Pembelajaran IPA Terpadu

Posted by : Unknown
Date :
With 0komentar
Tag :
← Prev
▲Top▲